Contoh Laporan Neraca, Cara Membuat, dan Komponennya!

Komponen di dalam laporan neraca keuangan


Secara umum, format laporan neraca dibagi menjadi dua sisi, kanan dan kiri. Bagian kiri berisi aset dan sisi kanan berisi data kewajiban dan ekuitas. Biar lebih jelas yuk simak penjelasan masing-masing komponen.
Aset atau aktiva
Aset merupakan nilai kekayaan perusahaan yang biasa digunakan untuk kebutuhan operasional. Aset ini ada dua jenis, yaitu aset lancar dengan umur atau kegunaan jangka pendek, dan aset tetap yang dengan umur kegunaan jangka panjang.

Kewajiban

Bagian ini adalah utang perusahaan yang harus dibayarkan dalam jangka pendek atau panjang. Kewajiban ini punya dua jenis, yaitu kewajiban atau utang lancar dengan jangka jatuh tempo satu tahun, dan kewajiban atau utang jangka panjang dengan jatuh tempo lebih dari satu tahun.

Ekuitas atau modal

Elemen ini mencerminkan kepemilikan perusahaan. Hal ini juga bisa diartikan sebagai selisih dari aset dan kewajiban perusahaan. Ekuitas dibagi menjadi dua, yaitu saham atau jumlah kas yang disetorkan oleh pemegang saham ke perusahaan, dan laba ditahan merupakan laba perusahaan yang tidak dibagikan ke pemegang

3 Cara membuat laporan neraca keuangan

Membuat laporan neraca keuangan harus dibuat secara seimbang dan pastikan benar dalam memasukkan data. Ketika membuatnya, ada rumus yang harus kamu perhatikan. Seperti apa rumusnya?

Aktiva = kewajiban + modal
Ekuitas = aset – kewajiban
Kewajiban = aset – ekuitas
Aset harus seimbang atau jumlahnya sama dengan kewajiban dan ekuitas. Lalu ekuitas jumlahnya harus sama dengan aset dikurangi kewajiban. Rumus ini sangat penting dalam pembuatan laporan keuangan.

Jika ada kesalahan, kamu bisa mengecek saat kemasukkan data. Apakah salah input, hilang, atau ada kesalahan teknis.